Langsung ke konten utama

Postingan

...

Bolehkah aku lelah?
Atas segala penantian depan mata namun kian tak pasti
Aku pun berlari, mencoba terus mencari
Bahkan dengan segala sesak aku mencoba bertahan
Ini pertanda apa?
Menguatkan diri lebih lama?
Atau Engkau meminta berhenti dan kembali?

10 Desember 2018

Tenang

Ketidaksengajaan yang pasti Allah sengajakan untukku malam itu. Dengan keadaan Commuterline Bogor ke arah Jakarta yang tidak sepadat jam kerja, perbincangan dua orang pria di sebelahku terdengar jelas. Sebutlah pria yang muda M, pria yang lebih tua adalah A dan aku adalah R.

M : Mas, mungkin ada wejangan untuk sukses yang benar - benar sukses? A : Tenang. R : Tenang? *tiba - tiba menyaut dalam hati* A : Kan kalau dalam Al-Qur'an, Yaa ayyuhannafsul muthmainnah; irji'il ila rabbiki radhiyatam mardhiyyah (Qs Al - Fajr : 27-28)
Aku memutuskan pulang ke satu tahun lalu kala seorang ustadz menjelaskan tafsir ayat tersebut dan mengingat belakangan ini aku begitu mengejar sesuatu yang menurutku adalah suatu kesuksesan tapi aku hilang ketenangan karenanya. Bukankah kita juga seringkali mengejar kesuksesan entah itu karir, jabatan, gelar, harta, status sosial, dan apapun definisi kesuksesan lainnya menurut orang di dunia yang tak jarang membuat hati dan pikiran kehilangan ketenangan. T…

Kan, Setan Dibelenggu?!

Hari pertama Ramadhan tahun ini rasanya berbeda. Ada perasaan penuh harap dan was - was yang kuat. Penuh harap agar Allah izinkan aku bisa sampai ke Ramadhan dan juga ada rasa was - was memikirkan jangankan sebulan penuh, mencicipi hari pertama saja tidak bisa, karena tidak ada jaminan untuk hal tersebut. Namun, ada asa dan semangat yang insyaAllah tidak kalah kuat. Asa agar selalu banyak - banyak berdoa pada Allah, karena hanya DIA yang memutuskan apapun yang terbaik sambil terus semangat menyusun target harian yang harus dicapai selama Ramadhan.
Sudah tidak asing kan dengan target-target harian ini? Misal target tilawah, sholat fardhu, sholat sunnah, amalan sunnah, dan amalan - amalan lainnya. Yaaa semacam orang sedang berlomba - lomba menjadi lebih baik dari yang terbaik. Apalagi Allah obral semua pahala selama Ramadhan. Bahkan, Allah Subhanahu Wa Ta'ala itu emang baik banget ya, Allah beri juga kemudahan. Biasanya kita ditemani setan yang akan selalu semangat dalam hal mengha…

Ibuku Cerewet

(Biasa, ngaco dulu aja biar bisa dibuka nanti)
Belakangan aku senang memperhatikan akun ig @retnohening milik Ibuk Retno alias Ibunya Kirana dan Rumaysa. Selain cara mendidik dan bermain dengan anak-anaknya, aku memperhatikan Ibu Retno ini cerewet ya? Hehe, apa - apa selalu ditanyakan oleh Ibu pada Kirana bahkan sama Rumaysa yang masih belum bisa bicara. Sempat terpikir, "Bu gak cape?" dan "kok selalu ada saja yang kepikiran untuk dibahas?".
Aku juga membaca blog kikibarkiah.wordpress.com milik Bu Kiki. Hampir pada setiap tulisan yang berisi dialog beliau dengan anak atau anggota keluarganya, porsi bicara Bu Kiki selalu lebih banyak dibanding anggota keluarga yang lainnya. Bahkan saat anaknya hanya sekedar membalas yes atau no atau maybe, Bu Kiki selalu punya rangkaian kata untuk membalas itu semua. Wah cerewet juga ya?
Jadi ingat, Ibuku pun ternyata cerewet. Dengan anak perempuannya yang irit bicara ini (dulu), ibu tak pernah bosan dan lelah, juga selalu punya ce…

Nasihat Sebelum Mencari Rezeki

Ternyata rasa sayang memang selalu bisa menguatkan hati manusia. Bapak yang dengan tegas menolakku bekerja jauh dari rumah, demi melihat tekadku yang sudah bulat, beliau merelakan kepergianku untuk merantau jauh. Aku tak tahu rasanya jadi orang tua dan saat membayangkan pun tentu tak akan mendekati sama. Aku hanya mampu menebak jika hal tersebut berat, walaupun mereka mencoba menyampaikan izin seringan mungkin, “Iya, kami mengizinkan”.

Sehari sebelum keberangkatan Bapak pernah menyampaikan,
“Bekerja tak akan tenang apalagi senang kalau kita hanya membandingkan-bandingkan penghasilan dengan orang lain. Jadi, gak usah iri dengan rezeki orang lain, biar tenang. Fokus dan profesional dengan apa yang kita kerjakan. Rezeki sudah Allah atur” Aku hanya mengangguk, mengiyakan.

Berbeda dengan pesan ibu, “ah Ibu gak berharap anak ibu harus banyak uang tapi jauh dari Allah. Yang penting cukup, cukup waktu buat belajar ilmu agama yang banyak”. Aku mengangguk kembali, insyaAllah.

Nasihat selalu men…

Terniat

Jangan takut disebut 'rempong' hanya karena kita begitu memperhatikan hal-hal kecil secara mendetil. Karena kita benar-benar tidak tahu dari hal kecil mana jalan keluar itu muncul.
Sejak kemarin sudah merasa gak pede untuk tes jadi .Net Developer. Apalah training (tutorial) selama 2 minggu. Tapi demi mencoba dan memenuhi penasaran akhirnya memutuskan ikut. Dapat kabar dari temen, tesnya membuat web dengan menggunakan webconfig, stored procedure, and web service. Jangan tanya itu apa? Aku juga baru tau pas dikabari temen. Mundur aja kali ya?
Hari tes tiba, taraaa~
Ada dua tes tambahan ternyata, tes IQ dan SQL. Gak jago sih, tapi ya karena pernah make setidaknya kebayang mau ngisi apa nanti. Tes IQ terlewati, tes SQL terlewati juga walaupun gak yakin bagus haha. Tes tiga belum, tapi udah pasrah.
Sholat beres, ternyata langsung interview. Udah bersyukur banget dapat dua tes sebelumnya, ditambah tes terakhir dibatalkan. Allah baik banget ??
Pas interview, as always, aku jujur-juj…

Kepergian dan Kehilangan

"Menjelang meninggalnya, yang selalu disebut ya Bapakmu. Pokoknya pengen ketemu Bapakmu"
Perih. Ah rasanya dua kalimat itu mampu membawa utuh kenangan pada tahun 2012 silam. Kereta lokal yang membawaku ke Stasiun Bandung, pastinya tak pernah tahu jika sedang membawa keluarga yang sangat ingin cepat sampai. Beli tiket, lalu pulang sekedar melihat beliau dikebumikan. Sepanjang jalan, kami hanya diam. Aku begitu penasaran ingin memastikan, tetapi kuurungkan demi menahan tangis yang sudah begitu tak tahan untuk mengalir.
Sampai di tujuan, tiket tak ada.
Hujan. 
Kami batal berangkat menemui beliau yang terakhir kali kami temui 6 tahun lalu. Aku sudah tak kuasa menahan tangis. Ditinggal pergi memang selalu sakit. Tapi yang kutahu, ada yang lebih berat menanggung ini. Aku, ibu dan adikku mungkin lebih mudah untuk menangis. Aku tak mampu melihat Bapak dengan mata berkaca-kaca, lemah, lemah sekali berkata, "kita pulang. Tak jadi pergi". Tanpa tangis tapi penuh kesedihan. Y…